Home » Artikel » Pekan ASI Sedunia 2013

Pekan ASI Sedunia 2013

world_breastfeeding_week_2013

Setiap tahun, tanggal 1-7 Agustus diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week. Secara umum, peringatan ini bertujuan untuk mengkomunikasikan pentingnya menyusui terutama mendorong dan meningkatkan pemberian ASI Eksklusif kepada semua elemen masyarakat.

Cakupan pemberian ASI di Indonesia menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan. Berdasarkan data Susenas 2010, baru 33,6% bayi di Indonesia yang mendapatkan ASI Eksklusif. Oleh karena itu, peringatan Pekan ASI Sedunia diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk menyadari pentingnya pemberian ASI Eksklusif demi kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi.

Pekan Menyusui Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 1992. The World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) mengadakan Pekan ASI Sedunia untuk pertama kalinya dengan tema “ Baby Friendly Hospital Initiative” atau “Rumah Sakit Sayang Bayi” sebagai tindak lanjut deklarasi Inocenti tahun 1990 tentang promosi pemberian ASI. Kini perayaan ini telah melibatkan lebih dari 120 negara dan disokong oleh UNICEF, WHO, dan FAO.

Untuk tahun 2013, Pekan ASI Sedunia mengambil tema: Breastfeeding Support; Close to Mothers atau dengan kata lain Dukungan Untuk Ibu Menyusui: Bersahabat dengan Ibu. Memang setiap tahun, tema dari Pekan ASI Sedunia berganti sesuai dengan isu penting seputar pemberian ASI Eksklusif.

Tahun ini, organisasi dunia World Breastfeeding Week (WBW) menitikberatkan pada Breastfeeding Peer Counseling (Rekan Konseling Ibu Menyusui). Tema ini  dilatar belakangi oleh terjadinya penurunan tajam dalam tingkat pemberian ASI, khususnya ASI eksklusif dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah proses persalinan.

Organisasi Pekan ASI Sedunia akhirnya memiliki kesimpulan, ketika sejumlah besar ibu tidak mengunjungi fasilitas kesehatan, maka sistem dukungan masyarakat menjadi sangat penting demi kelangsungan pemberian ASI eksklusif. Dukungan bagi ibu menyusui dapat diberikan melalui berbagai cara. Bila dikatakan bahwa dukungan yang paling utama, tentunya adalah dukungan keluarga. Selebihnya, melihat banyaknya ibu yang juga merupakan masyarakat urban dan tidak tinggal di dekat keluarganya, dukungan diperlukan dari lingkungan sekitar, baik dari tim kesehatan yang sudah terlatih, konsultan laktasi, tokoh masyarakat, maupun dari rekan-rekan sesama orangtua.

Program konseling dari rekan ibu menyusui merupakan cara yang murah dan efektif untuk menjangkau para ibu menyusui dengan lebih teratur. Konselor rekan menyusui bisa siapa saja dari kelompok masyarakat dan sudah dilatih untuk belajar mendukung ibu agar sukses menyusui.

Adanya rekan konselor yang terlatih di masyarakat bisa menjadi panduan bagi para ibu yang memiliki pertanyaan dan isu seputar menyusui. Menurut organisasi World Breastfeeding Week, kunci sukses menyusui adalah memberi dukungan secara kontinyu pada ibu menyusui, baik itu di rumah maupun di lingkungan sekitar ibu menyusui.

Happy World Breastfeeding Week 2013!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: