Puskesmas Selaparang

Daftar Pos Pelayanan Terpadu Wilayah Puskesmas Selaparang

1. Kelurahan Rembiga

No. Nama Posyandu Alamat Jumlah Kader Strata Posyandu
1. Kenanga Lingk. Dasan Lekong 5 Madya
2. Cempaka Putih Lingk. Rembiga Barat, Jl.Lombok 5 Madya
3. AURI Asrama TNI AU, Lingk. Rembiga Barat 5 Madya
4. Dahlia Lingk. Rembiga Utara, Jl. Halmahera 5 Purnama
5. Beringin BTN Rembiga, Jl. Nusantara 5 Madya
6. Mawar Lingk. Rembiga Timur, Jl. Lombok 5 Madya
7. Mawar Lingk. Gegutu Barat 5 Madya
8. Cempaka Lingk. Gegutu Timur 5 Madya

2. Kelurahan Karang Baru

No. Nama Posyandu Alamat Jumlah Kader Strata Posyandu
1. Mawar Lingk. Karang Baru Utara 5 Madya
2. Anggrek Lingk. Karang Baru Selatan 5 Purnama
3. Seruni I Lingk. Marong Jamaq Utara 5 Pratama
4. Seruni II Lingk. Marong Jamaq Selatan 5 Madya
5. Asoka Lingk. Suradadi Timur 5 Madya
6. Dahlia Lingk. Suradadi Barat 5 Madya
7. Kemuning Lingk. Marong Pekarangan 5 Purnama
8. Flamboyan Lingk. Marong Karang Tatah 5 Madya
9. Taman Lingk. Taman 5 Madya

3. Kelurahan Sayang-sayang

No. Nama Posyandu Alamat Jumlah Kader Strata Posyandu
1. Beriuk Maju Lingk. Karang Kuluh 5 Pratama
2. Mangga Lingk. Derman Sari 5 Madya
3. Dahlia Lingk. Sayang Daye 5 Madya
4. Melati Lingk. Sayang Lauk 5 Madya
5. Kasih Ibu Lingk. Lendang Kelor 5 Madya
6. Kamboja Lingk. Kramat Nunggal 5 Madya
7. Angsoka Lingk. Rungkang Jangkuk 5 Madya
8. Anggrek I Lingk. Lendang Re 5 Madya
9. Anggrek II Lingk. Lendang Re 5 Madya

Manfaat Makan Buah Setiap Hari

Sampai saat ini masih sedikit masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya mengkonsumsi buah setiap hari. Menurut data Survei Sosial-Ekonomi Nasional, konsumsi buah masyarakat Indonesia tergolong rendah (sumber: link). Berdasarkan hasil pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Selaparang pada tahun 2015, perilaku makan buah dan sayur setiap hari merupakan indikator PHBS dengan cakupan terendah yaitu 47.7%.

Banyak penyebab yang dikemukakan oleh masyarakat sehingga mereka tidak makan buah setiap hari. Penyebab yang paling sering dikemukakan adalah masalah harga buah. Sedangkan penyebab lain adalah tidak suka buah. Padahal mengkonsumsi buah setiap hari memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan jangka panjang.

Dalam Panduan Umum Gizi Seimbang, disebutkan untuk sehari-hari, buah perlu dikonsumsi sebanyak 2-3 porsi. Masuknya buah-buahan dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang tentu saja bukan tanpa alasan. Kondisi kesehatan masyarakat kini dibebani oleh penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes, dan kanker. Tren ini makin menguatkan pentingnya budaya makan dengan gizi seimbang harus diterapkan, termasuk mengkonsumsi buah setiap hari.

2014-02-26-11-31-38

sumber: duniasehat.net

Secara ringkas, berikut adalah 10 manfaat mengkonsumsi buah setiap hari:

1. Meningkatkan kekebalan tubuh: Buah-buahan tertentu memiliki kombinasi besar antara vitamin C, vitamin A, dan berbagai jenis karotenoid, yang meningkatkan daya kekebalan tubuh. Manfaatnya Anda menjadi tidak mudah diserang penyakit.

2. Menjaga kadar gula darah dan kolesterol agar tetap normal

Serat dalam buah segar akan menyedot gula darah serta kolesterol ‘jahat’ dan kemudian membawanya sepanjang pembuluh darah menuju tempat dimana ia bisa diproses. Akibatnya, gula darah serta kolesterol akan terkonsentrasi secara baik dalam tubuh, tidak berceceran di tempat-tempat tidak diperlukan.

3. Menjaga berat badan

Ganti camilan berminyak dan gorengan Anda dengan buah-buahan. Mengkonsumsi buah-buahan secara teratur akan membantu menurunkan berat badan. Menjadikan buah sebagai camilan akan mengurangi risiko kenaikan berat badan.

4.Terhindar dari kanker
Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan, manusia perlu makan lima porsi buah-buahan untuk menjaga diri dari penyakit kanker. Telah ditemukan bahwa sebagian besar kanker terjadi akibat kekurangan nutrisi tertentu.

5. Mencegah penyakit jantung

Salah satu alasan untuk makan buah-buahan setiap hari adalah mencegah penyakit jantung kronis. Buah-buahan mengandung anti oksidan dan folat yang membantu menurunkan tekanan darah.

6. Meningkatkan kesehatan pembuluh darah

Mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayuran segar akan menguatkan serta menghindarkan penggetasan (keras dan tidak fleksibel) dinding pembuluh darah, sehingga tubuh kehilangan alasan untuk melapisinya dengan ‘kolesterol jahat’.

7. Menangkal radikal bebas

Buah mengandung antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas. Radikal bebas terbentuk karena asap rokok, polusi, dan makanan. Ketika radikal bebas terbentuk di dalam tubuh, Anda bisa mengalami hipertensi, serangan jantung, menurunnya fungsi ginjal hingga menyebabkan penuaan. Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas ini diperlukan antioksidan.

8. Menjaga kerja organ pencernaan

Dalam kerja organ sistem cerna, terutama usus, dikenal memiliki gerakan ‘memijit’, disebut dengan gerakan peristaltik. Semakin ‘penuh’ isi usus dengan serat dari buah segar, semakin mudah usus memijit makanan agar bergerak sesuai organ yang dituju. Hal ini membantu tubuh menghilangkan tumpukan sisa makanan di usus besar. Pergerakan makanan secara lancar penting, karena berkaitan dengan kualitas kesehatan.

9. Kulit sehat dan bersinar

Anda perlu makan buah setiap hari untuk menjaga kesehatan kulit. Sebagian besar buah-buahan memiliki vitamin E yang dapat memperlambat penuaan. Sertakan porsi buah-buahan dalam konsumsi Anda sehari-hari sehingga membuat kulit lebih bersinar dan awet muda.

10.Lebih berenergi
Jika Anda termasuk orang yang aktif setiap hari, makan buah-buahan adalah pilihan tetap jika ingin tetap menjaga energi. Beberapa buah-buahan mampu memberikan asupan energi secara instan ketika dinikmati, mudah diserap tubuh, dan tidak menyebabkan timbulnya rasa kantuk.

 

Rendahnya tingkat konsumsi buah di kalangan masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Selain keluhan mengenai masalah harga, masyarakat cenderung menilai mengkonsumsi buah tidak memberi rasa kenyang yang lama. Sudah harganya dinilai cukup mahal, kenyangnya tidak lama pula. Akibatnya, saat berbelanja, masyarakat lebih memilih membeli bahan pangan lain yang lebih memberi rasa kenyang. Selain itu, buah dinilai bukan merupakan asupan makanan utama, hanya dinilai sebagai cemilan saja.

Dari penyampaian masyarakat tersebut, dapat dinilai bahwa konsumsi buah belum menjadi prioritas masyarakat dalam memilih asupan sehari-hari. Mengenai keluhan akan masalah harga, sebenarnya bisa diakali dengan membeli buah-buahan lokal sesuai musim. Bila memiliki pekarangan dengan lahan cukup, dapat dipergunakan untuk menanam pohon buah. Pekarangan sempit? Kini banyak metode menanam dengan pot atau trik menyiasati lahan sempit lainnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi buah adalah:

1. Memakan buah dalam bentuk alami jauh lebih baik daripada buah yang sudah diawetkan atau dalam bentuk kalengan. Selain kaya akan serat, buah segar kaya oleh enzim, mineral, vitamin, fitokimia dan unsur penting lain. Umumnya semua unsur itu rusak saat terjadi pemanasan/proses di pabrik.

2. Cuci buah dengan air bersih yang mengalir sebelum dikonsumsi. Hal ini untuk mencegah masuknya kotoran dan bakteri serta mengurangi pestisida yang menempel di kulit buah. Kupas kulit buah untuk mengurangi dampak pestisida.

3. Pilih dan utamakan buah-buahan lokal karena harga jauh lebih terjangkau, lebih segar, dan tidak dikemas menggunakan pengawet.

4. Nikmati segala aneka ragam jenis buah, sesuai dengan pesan Pedoman Umum Gizi Seimbang.

Jadi, sudahkah Anda makan buah hari ini?

Buah Lokal

sumber: link

(admin)

 

Ingin Sukses ASI Eksklusif? Yuk Gabung Kelompok Pendukung ASI

Kurangnya pemberian ASI Eksklusif kepada bayi 0-6 bulan merupakan salah satu indikator kekurangan gizi di Indonesia. Kecenderungan ibu di Indonesia lebih senang memberikan susu formula dibandingkan ASI Eksklusif dengan berbagai alasan.

Data cakupan Asi Eksklusif Dinas Kesehatan Kota Mataram pada tahun 2012 menunjukkan angka 55,96%. Sedangkan cakupan Asi Eksklusif di Puskesmas Selaparang tahun 2012 hanya mencapai 23,10% dengan sebaran sebagai berikut : Kelurahan Karang Baru 21,05%, Kelurahan Rembiga 18,14% dan Kelurahan Sayang Sayang 30,15%.

Salah satu kriteria dalam 10 langkah menuju keberhasilan menyusui adalah pihak pelayanan kesehatan membina kelompok pendukung ASI. Oleh karena itu, untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selaparang maka dibentuklah Kelompok Pendukung ASI.

Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) adalah kelompok yang dibentuk oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat untuk mendukung ibu hamil, ibu baru melahirkan serta ibu menyusui. Tahapan – tahapan yang dilakukan dalam pembentukan KP-ASI yaitu :
1. Pendataan Sumber Potensi Kelurahan
Sumber potensi desa yang dapat dimanfaatkan untuk pembentukan KP-ASI, adalah organisasi-organisasi yang telah ada dan berperan aktif di masyarakat diantaranya : kelompok dasa wisma, kelompok pengajian dll. Dari hasil pendataan di peroleh beberapa tokoh yang dapat menjadi penggerak di masyarakat yaitu tokoh masyarakat seperti kepala lingkungan, ketua dan tim PKK kelurahan, Kader Posyandu dan ketua Desa Siaga. Selanjutnya tokoh-tokoh tersebut menjadi sumber potensi desa/kelurahan yang akan di advokasi untuk pembentukan KP-ASI.

2. Melakukan FGD ( Focus Discussion Group)
Focus Discussion Group (FGD) dilakukan untuk mengetahui penyebab rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Kelurahan Rembiga dan Karang Baru. Peserta FGD sebanyak 10 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, kader posyandu, ibu menyusui dan bidan desa. Pemandu FGD adalah TPG (Tenaga Pelaksana Gizi) Puskesmas Selaparang, yang menggali beberapa permasalahan diantaranya :
a. Apakah yang dimaksud dengan ASI Eksklusif ?
b. Apa Manfaat ASI Eksklusif ?
c. Apa penyebab ibu tidak memberikan ASI Eksklusif ?
d. Makanan dan minuman apa yang penyebab gagalnya ASI Eksklusif ?
e. Apa kebiasaan yang ada di masyarakat tentang makanan dan minuman untuk ibu menyusui ?

Hasil dari kegiatan FGD ini dapat di simpulkan sebagai berikut :
a. Kader mengerti tentang pengertian dan manfaat ASI Eksklusif, namun beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat dan ibu menyusui tidak mengetahuinya.
b. Penyebab gagalnya ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selaparang terutama Kel. Rembiga dan Karang Baru adalah karena ASI keluar setelah 2-3 hari pasca melahirkan, sehingga menyebabkan ibu tidak tega melihat anaknya manangis dan pada akhirnya di berikan makanan atau minuman lain, selain itu ibu merasa ASI nya tidak mencukupi sehingga perlu diberikan makanan / minuman tambahan lainnya.

Kebanyakan ibu bekerja sehingga agak kesulitan memberikan ASI pada bayinya. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat ASI Eksklusif serta adanya paradigma di masyarakat bahwa susu formula membuat anak lebih gemuk dan pintar.
c. Makanan dan minuman yang sering diberikan pada saat bayi (usia 0-6 bulan) adalah : madu, air tajin, susu formula dan kelapa muda.
d. Masih adanya kebiasaan atau pantangan di sebagian masyarakat bahwa ibu menyusui tidak boleh mengkonsumsi ikan laut karena menimbulkan bau amis pada ASI dan menyebabkan bayi muntah-muntah. Keadaan ini menyebabkan asupan ibu berkurang sehingga kondisi menjadi lemah.

3. Melakukan Sosialisasi dan Advokasi Kelompok Pendukung ASI
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember 2013 di Aula Kantor Kelurahan Rembiga dan tanggal 2 Oktober 2014 di aula Kantor Kelurahan karang Baru, peserta sosialisasi terdiri dari Lurah, Sekretaris Lurah, TP-PKK Kelurahan, tokoh agama, Kepala Lingkungan dan kader posyandu yang ada di Kelurahan Rembiga. Sebagai langkah awal advokasi adalah pembukaan atau sambutan dari penguasa wilayah kelurahan dalam hal ini adalah Lurah, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh TPG Puskesmas Selaparang.

4. Work Shop KP-ASI

Suasana workshp KP-ASI Kelurahan Karang Baru

Suasana workshp KP-ASI Kelurahan Karang Baru

Kelompok Pendukung Air Susu Ibu (KP-ASI) yang telah terbentuk kemudian dilatih, dibina dan dibekali dengan pengetahuan tentang ASI Eksklusif, ketrampilan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu bayi. Workshop dilakukan selama 1 (satu) hari penuh.

Tujuan diadakannya workshop ini adalah agar anggota KP-ASI :
a. Mempunyai pengetahuan yang cukup tentang ASI Eksklusif dan manfaatnya.
b. Terampil menyuluh ibu hamil dan ibu menyusui agar menyusui secara eksklusif.
c. Terampil mendampingi ibu menyusui agar berhasil menyusui secara eksklusif selama 6 bulan
d. Mendukung dan membantu ibu yang mempunyai masalah menyusui dan merujuk kepada petugas gizi atau bidan.
e. Mampu melakukan promosi ASI Eksklusif dalam setiap kesempatan kepada masyarakat.

5. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dilakukan terhadap tugas dan fungsi KP-ASI sesuai dengan Surat Keputusan yang ditetapkan Lurah. Kegiatan monitoring ini dilakukan setiap bulan. Sedangkan untuk evaluasi dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan tolok ukur setiap anggota KP-ASI berhasil mendampingi sasaran yang ada di wilayah binaannya.

Waspada Virus MERS!

Beberapa waktu belakangan ini, dunia kesehatan dihebohkan dengan timbulnya kasus kematian di Arab Saudi akibat MERS. Sejak diketemukan pada tahun 2012, MERS telah menyebabkan kematian terutama di negara jazirah Arab. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Indonesia yang akan menunaikan ibadah umroh atau masyarakat yang mencari nafkah di negara jazirah Arab. Agar dapat mencegah terjadinya MERS, mari kita berkenalan terlebih dahulu.

MERS merupakan singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome. Pengertian dari MERS adalah penyakit pernafasan yang disebabkan sebuah virus korona jenis baru (novel coronavirus) sehingga dinamai MERS‐CoV (Mei 2013). Penyakit ini pertama ditemukan di Arab Saudi tahun 2012. Virus Korona atau coronavirus adalah keluarga jenis virus yang bisa menyebabkan penyakit dari yang ringan seperti flu biasa hingga parah seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Negara yang telah melaporkan adanya temuan kasus MERS-CoV adalah negara di jazirah Arab seperti Kuwait, Jordania, Saudi Arabia, Qatar, Oman, Perancis, Jerman, Inggris, Yunani, Italia, Mesir, Tunisia, Malaysia, Filipina, serta Amerika Serikat. Seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi dilaporkan meninggal dunia akibat MERS-CoV. Warga negara Indonesia yang menjadi korban MERS-CoV tersebut diketahui telah lama berdomisili di Arab. Virus ini tampak berjangkit luas di semenanjung Arab. Seluruh kasus yang dilaporkan dari luar Timur Tengah pertama terkena infeksi di Timur Tengah sebelum kemudian bepergian keluar dari wilayah tersebut. Kasus-kasus di luar Timur Tengah tampaknya tidak menulari orang di negara tujuan/asal.

Image(cr: lugaluda.com)

Gejala umum yang ditemukan pada penderita MERS adalah demam, batuk dan sesak. Pneumuonia (radang paru) dialami sebagian besar pasien. Gejala sakit perut (gastrointestinal) termasuk diare juga dilaporkan. Parahnya penyakit dapat menyebabkan pasien tak dapat bernafas sendiri (kegagalan pernafasan) sehingga memerlukan ventilator dan perawatan intensif. Beberapa pasien mengalami kegagalan organ seperti gagal ginjal, atau septic shock (menurunnya tekanan darah secara drastis). Sekitar 27% pasien MERS meninggal dunia. Virus ini memiliki dampak yang parah pada mereka dengan masalah kekebalan tubuh (kekebalan tubuh lemah/immunodeficiency), seperti kelompok lansia dan penderita penyakit kronis seperti diabetes, kanker dan penyakin paru-paru kronis.

Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana virus MERS dapat menjangkiti seseorang. Pada sebagaian kasus ditemukan bahwa virus sepertinya menular dari orang yang terjangkit ke orang-orang disekitarnya seperti keluarga atau tenaga kesehatan. Sebaliknya pada beberap pasien sumber penularan belum dapat dipastikan. Virus MERS diperkirakan tidak mudah berpindah ke orang lain namun dibutuhkan kontak secara langsung misal melalui berjabat tangan atau melalui batuk dan bersin. Penularan bisa juga terjadi dengan menyentuh benda yang terkontaminasi virus dan jaringan mukosa (mulut, mata, hidung)

Selain itu terjadinya kontak yang sangat dekat seperti pada petugas kesehatan yang merawat pasien tanpa perlengkapan perlindungan cukup juga memungkinkan terjadinya penularan. Telah ditemukan beberapa kelompok terjangkit di fasilitas kesehatan yang tampaknya penularan antar manusia berlangsung efisien, terutama jika upaya pencegahan dan pengendalian infeksi tidak memadai. Sejauh ini, tidak ditemukan penularan yang berkelanjutan/meluas (sustained community transmission). 

HIngga saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah terjadinya kasus MERS-CoV, begitupun tidak ada pengobatan khusus yang dilakukan. Upaya perawatan sepenuhnya tergantung pada kondisi pasien. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan cara pencegahan terutama bagi masyarakat yang akan menuju ke jazirah Arab. Berikut adalah beberapa cara pencegahan terjadinya MERS-CoV:

1. Saat berada di negara yang telah melaporkan adanya kasus MERS-CoV, hindari kontak langsung dan berdekatan dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit batuk dan bersin.

2. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat terutama mencuci tangan dengan sabun di air mengalir

3. Perkuat daya tahan tubuh dengan pola gizi seimbang. Perbanyak konsumsi buah-buahan segar, sayur terutama dalam kondisi segar, dan lebih banyak mengkonsumsi air putih.

4. Sedapat mungkin gunakan masker selama berada di keramaian atau di kerumunan orang

5. Bila punya penyakit menahun (diabetes, penyakit jantung, paru kronik, gangguan ginjal), cek ke dokter sebelum berangkat ke jazirah Arab

6. Bagi yang mengalami penyakit menahun agar menggunakan obat rutinnya secara teratur

Jika selama di Arab mengalami keluhan batuk, demam/sesak nafas yg cepat dan dalam 1-2 hari memburuk, segera konsultasikan pada petugas kesehatan untuk mendapat penanganan yang semestinya. Demikian pula apabila dalam waktu 14 hari sampai di tanah air setelah dari negara jazirah Arab dan mengalami gejala batuk, demam/sesak yg cepat dan dalam 1-2 hr memburuk, segera berkonsultasi pada petugas kesehatan. Mari waspada virus MERS!

(Referensi: Website Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia http://sehatnegeriku.com/informasi-seputar-middle-east-respiratory-syndrome-coronavirus-mers%E2%80%90cov/)

(Referensi: Akun Twitter Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia @puskomdepkes)

(Admin)

 

 

 

Mahasiswa FK Unizar Mengajak Siswa SD Lendang Re Untuk Cuci Tangan Pakai Sabun

Sehubungan dengan praktek lapangan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unizar di Puskesmas Selaparang, mereka mengadakan kegiatan penyuluhan mengenai praktek cuci tangan pakai sabun di SDN 47 Lendang Re, bulan Juli lalu. Sebelum melakukan kegiatan penyuluhan, para mahasiswa kedokteran ini melakukan kajian terhadap masalah-masalah yang ada di wilayah Puskesmas Selaparang. Berikut adalah foto-fotonya:

Image

Para siswa bermain gembira di halaman sekolah sebelum kegiatan penyuluhan dimulai🙂

Foto2409

Perwakilan mahasiswa menyampaikan materi mengenai PHBS

Foto2413

Menyimak materi…

Praktek langkah cuci tangan di depan kelas..

Praktek langkah cuci tangan di depan kelas..

Ayo angkat tangannyaaaaa....

Ayo angkat tangannyaaaaa….

Praktek cuci tangan di luar kelas dengan menggunakan tempayan sumbangan teman-teman FK Unizar

Praktek cuci tangan di luar kelas dengan menggunakan tempayan sumbangan teman-teman FK Unizar

 

Yang berani tampil praktek dapat hadiah, asyiiiikkkkk.....

Yang berani tampil praktek dapat hadiah, asyiiiikkkkk…..

 

Foto bersama.. Terima kasih kakak-kakak dari FK Unizar :)

Foto bersama.. Terima kasih kakak-kakak dari FK Unizar🙂

 

(admin)

Inisiasi Warga Peduli AIDS di Kecamatan Cakranegara dan Kecamatab Selaparang

Dalam rangka menyambut Hari AIDS Sedunia pada tanggal 1 Desember 2013, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mataram menggelar pertemuan Inisiasi Warga Peduli AIDS di seluruh kecamatan di Kota Mataram.

Tujuan kegiatan ini adalah agar para Warga Peduli AIDS (WPA)  mampu mengidentifikasi potensi masalahyang berkaitan dengan HIV-AIDS dan narrkoba di lingkungan, memfasilitasi dan mendorong warga yang beresiko masalah HIV-AIDS untuk ke fasilitas pelayanan Puskesmas Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) serta menjaga lingkungan kondusif dan menciptakan suasana aman tenang tanpa stigma dan diskriminasi.

Untuk Puskesmas Selaparang, karena wilayah kerja tercakup dalam 2 kecamatan yaitu kecamatan Selaparang dan Cakranegara, maka Puskesmas Selaparang terlibat dalam 2 kegiatan Inisiasi Warga Peduli AIDS.

Sambutan Sekcam Cakranegara yang menekankan pentingnya komunikasi yang baik dalam menurunkan stigma dan diskriminasi pada ODHA.

26112013422

Camat Selaparang Irwan Rahadi menyampaikan sambutan

23112013388

dr. Ayu, dokter dari Puskesmas Karang Taliwang menyampaikan materi

23112013389

dr. Tris Cahyoso menyampaikan materi mengenai HIV-AIDS di Kecamatan Cakranegara

23112013393

Kabid Promkes Dikes Kota Mataram Dewa Made Muditha menyampaikan materi tentang peranan dan tugas WPA

26112013425

dr. Zainul Mujahid dari Puskesmas Dasan Agung menyampaikan materi mengenai HIV-AIDS di Kecamatan Selaparang

26112013426

Sekretaris KPA Kota Mataram dr.Margaritha Cephas mengisi materi tugas dan peran serta WPA di Kecamatan Selaparang

Tugas Warga Peduli AIDS antara lain:

  1. Pemetaan masalah
  2. Melakukan KIE: Komunikasi, informasi, edukasi
  3. Menurunkan stigma dan diskriminasi

Materi Tugas Satgas Penanggulangan AIDS Kecamatan menekankan  mengenai pencegahan dan menurunkan terjadinya stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV-AIDS.

Setelah kegiatan ini, kegiatan selanjutnya dalam rangkaian Peringatan Hari AIDS Sedunia adalah:

1. Temu muka Walikota Mataram dengan penggiat HIV-AIDS se-Kota Mataram pada tanggal 30 November 2013

2. Talkshow di Global FM Lombok dan Lombok TV bersama Fakultas Kedokteran Unram pada tanggal 30 November 2013.

3. Edutainment Pencegahan HIV-AIDS kerja sama KPA Provinsi NTB, KPA Kota Mataram, dan Indosat di Monumen Bumi Gora Udayana pada tanggal 1 Desember 2013.

4. Pameran dan talkshow HIV AIDS di Mataram Mall lantai 1 tanggal 2 s.d 5 Desember 2013.

Foto-foto Saat Suradadi Timur Mengikuti Lomba Posyandu 2013

Banyak momen yang diabadikan saat penjurian Lomba Posyandu Tingkat Kota Mataram tahun 2013 di Suradadi Timur. Dibuang sayang, jadi inilah dia foto-fotonya:

Image

Kader berkumpul bersama untuk menyiapkan data-data terkait posyandu

Lokasi acara sudah siap menyambut tim juri

Lokasi acara sudah siap menyambut tim juri

Bahan-bahan untuk penyulluhan di meja 4. Sayurnya dipetik dari pekarangan warga lho..

Bahan-bahan untuk penyulluhan di meja 4. Sayurnya dipetik dari pekarangan warga lho..

Foto1909

Kepala Puskesmas Selaparang memberi kata sambutan

Para juri dan undangan yang hadir

Para juri dan undangan yang hadir

Suasana saat penjurian. Para kader tampak gugup dan mengaku tidak bisa tidur semalaman memikirkan penjurian Lomba Posyandu..

Kasi Promkes & PSDM Dinas Kesehatan Kota Mataram turut menjadi juri

Kasi Promkes & PSDM Dinas Kesehatan Kota Mataram turut menjadi juri

Bu Zohriah yang semula tidak pede tampil menjadi penyuluh, di hari penjurian beliau tampil dengan cukup meyakinkan. Hebat!

Bu Zohriah yang semula tidak pede tampil menjadi penyuluh, di hari penjurian beliau tampil dengan cukup meyakinkan. Hebat!

Meskipun tidak menjadi juara, para kader Suradadi Timur mengaku tidak mempermasalahkannya. Bagi mereka, pengalaman dan ilmu yang didapat selama masa persiapan dan penjurian lebih berharga. Semoga posyandu Suradadi Timur semakin bermanfaat dan dicintai masyarakat, amiiiinn…